Dalam satu tahun terakhir, capaian pembangunan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo sangat membanggakan. Hal itu ditandai dengan beberapa inovasi dan program kerja yang terlaksana sesuai rencana dan mendapatkan apresiasi, baik dari masyarakat, swasta, pemerintah propinsi maupun pemerintah pusat. Bahkan, capaian tersebut dapat berdampak terhadap penurunan angka stunting dan kemiskinan di Wonosobo.
Beberapa capaian tersebut adalah diawali pada awal tahun 2023 dengan dinobatkannya Desa Ngalian, Kecamatan Wadaslintang sebagai Desa Mandiri oleh Kementerian Desa RI. Karena Desa Ngalian dinilai mempunyai ketersediaan dan akses terhadap pelayanan dasar yang mencukupi.
Selain itu Desa Ngalian dinilai memiliki infrastruktur yang memadai, aksesibilitas atau transportasi yang tidak sulit, pelayanan umum yang bagus serta penyelenggaraan pemerintahan yang sudah sangat baik. Selain itu, juga desa tersebut memiliki nilai Indeks Pembangunan Desa (IPD) lebih dari 75.
Selanjutnya, di Bulan Februari Wonosobo menerima Sertifikat Bebas Frambusia dari Kementerian Kesehatan, yang diserahkan oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin kepada Wakil Bupati Wonosobo Muhammad Albar di Kratakau Ballroom TMII Jakarta, Selasa (21/2/2023). Daerah penerima Sertifikat Bebas Frambusia merupakan daerah yang sudah melewati beberapa tahapan untuk mendapatkan sertifikat Frambusia.
Tidak hanya itu, tepat di tanggal 5 April 2023, Wonosobo kembali memborong TOP BUMD Award yang digelar di Hotel Raffles Jakarta. Bukan hanya berhasil mempertahankan, tetapi juga berhasil meningkatkan prestasi.
Setidaknya ada 5 penghargaan yang berhasil dibawa pulang ke Wonosobo, yaitu PT BPR Bank Wonosobo (Perseroda) berhasil menyabet 2 penghargaan sebagai Top BUMD Award 2023 Bintang 4 dan Top CEO BUMD Award 2023 yang diraih Direktur Utama Nani Tri Astuti.
Sedangkan Perumda Air Minum Tirta Aji Kabupaten Wonosobo pada kesempatan itu juga mendapatkan penghargaan sebagai Top BUMD Awards Bintang 5, meningkat dari predikat Bintang 4 tahun lalu. Bupati Wonosobo sendiri berhasil mempertahankan predikat Top Pembina BUMD Award 2022 pada kedua BUMD tersebut.
Masuk Bulan Juli, Bupati Wonosobo dan Ketua TP-PKK Kabupaten Wonosobo termasuk tokoh yang terpilih untuk menerima penghargaan 'Manggala Karya Kencana' dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Dimana, Penghargaan diberikan langsung oleh Kepala BKKBN Dr. (H.C) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) dalam acara Gala Dinner Hari Keluarga Nasional yang Ke-30, di Rumah Dinas Gubernur Provinsi Sumatera Selatan. Selasa (4/7/2023).
Selain itu, dr. A.I. Suratman, Sp.OG, Subsp. KFM, Dokter Spesialis Obsgyn Konsultan Subspesialis Fetomaternal RSUD KRT. Setjonegoro Wonosobo juga terpilih sebagai penerima penghargaan 'Wira Karya Kencana'.
Di bulan yang sama, dari penyampaian hasil EPPD Tahun 2022 terhadap LPPD Tahun 2021 Wonosobo mendapatkan apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri, pasalnya tahun 2023 Wonosobo menempati rangking ke-18 nasional, dengan nilai 3.06 status kinerja sedang.
Capaian ini naik cukup signifikan jika dibandingkan beberapa tahun yang lalu, dimana wonosobo menempati peringkat di atas 100 nasional. Penghargaan diberikan langsung Direktur Evaluasi Kinerja dan Peningkatan Kapasitas Daerah (EKPKD) Ditjen Otonomi Daerah Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) Deddy Winarwan kepada Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, Jumat (21/7/2023) di Pendopo Selatan.
Pelaksanaan evaluasi terhadap LPPD adalah sebuah langkah strategis pemerintah pusat yang ditujukan kepada pemerintah daerah, sebagai upaya untuk mengetahui keberhasilan dalam melaksanakan urusan pemerintahan. Selain itu juga untuk melihat progress pencapaian tujuan desentralisasi guna dijadikan sebagai masukan bagi perencanaan pembangunan di masing-masing daerah.
Capaian lainnya, pada tanggal 06 Oktober 2023 Pemerintah Kabupaten Wonosobo menerima gelontoran dana insentif fiskal dari pemerintah pusat sebesar Rp13 miliar karena menjadi salah satu dari 55 kabupaten atau kota yang sukses menurunkan angka stunting diatas capaian nasional.
Penghargaan diberikan langsung oleh Wapres Ma’ruf Amin selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Nasional didampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Kepala BKKBN Hasto Wardoyo.
Selain itu, Wonosobo mendapatkan 18 penghargaan Proklim dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia, tepatnya pada tanggal Selasa (24/10/2023) di Gedung Manggala Wanabakti KLHK Jakarta. 18 penghargaan tersebut meliputi Piagam Apresiasi Pembinaan Proklim kepada Bupati Wonosobo.
Ada juga Trophy Proklim Lestari 2023 kepada Dusun Kalimendong Desa Kalimendong Leksono dan Trophy Proklim Utama 2023 kepada Dusun Gondang Desa Gondang Watumalang dan 15 Piagam Proklim Utama untuk Dusun, Desa, Kelurahan dan RW. Penganugrahan Proklim 2023 sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan kepada Pemerintah Daerah yang telah berperan aktif dalam pelaksanaan Proklim.
Tidak hanya itu, pada tanggal 12 November 2023 Wonosobo kembali ditetapkan sebagai Terbaik 4 Nasional Pengelola Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Tingkat Kabupaten, saat acara Pertemuan Nasional Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional - Legal Development Content Creator (LDCC) Awards Tahun 2023 yang digelar Kementerian Hukum Nasional dan Hak Asasi Manusia di Jakarta, Kamis (12/11/2023).
Penyerahan penghargaan dilakukan langsung oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly, kepada Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat dan para pimpinan daerah lainnya yang masuk 10 besar Nasional.
Di bulan yang sama, tepatnya tanggal 21 November, Melalui Inovasi 'Kol Segar' dari Tim SMP Negeri 1 Wonosobo, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo, Jawa Tengah (Jateng) berhasil meraih penghargaan Top 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Nasional Tahun 2023 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (Kemenpan RB), di Jakarta.
Inovasi 'Kol Segar' berbentuk website interaktif yang bertujuan agar seluruh siswa bisa mendapatkan akses untuk mengetahui kegiatan ekskul, lomba dan seleksi apa saja yang bisa diikuti. Sehinga seluruh murid dapat mengakses dengan cara yang mudah dan mampu memaksimalkan potensi yang ada di sekolah melalui kolaborasi mengatasi permasalahan yang ada.
Yang tidak kalah keren, jika di awal tahun desa di ujung Selatan Kabupaten Wonosobo mendapatkan apresiasi dari Kementerian Desa, maka di akhir tahun salah satu desa dipinggiran kota Wonosobo juga dinobatkan sebagai juara 1 Nasional Keterbukaan Informasi Publik untuk Indonesia Wilayah Barat, dari Komisi Informasi Pusat. Yang mencakup aspek pendataan, perencanaan partisipatoris, implementasi kegiatan, dan akuntabilitas pertanggungjawaban. Desa dimaksud adalah Desa Mirombo Kecamatan Watumalang.
Setelah melalui beberapa tahap, yaitu monitoring dan evaluasi penerapan Keterbukaan Informasi Publik di Jawa Tengah, dengan tujuan untuk memenuhi hak warga negara mendapatkan informasi, guna mendorong Badan Publik agar tetap akuntabel sesuai dengan UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
Dalam waktu yang hampir bersamaan, Pemerintah Kabupaten Wonosobo juga menerima pengakuan dari Komisi Informasi (KI) Jawa Tengah, sebagai Kabupaten Informatif atau penghargaan tertinggi bagi Badan Publik. Penganugerahan diberikan sebagai komitmen dan upayanya dalam penerapan tata kelola layanan informasi publik.
Selain itu, dipenghujung tahun ini juga wonosobo terima Anugerah Parahita Ekapraya (APE), yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada K/L dan Pemda atas keberhasilan dan prakarsa dalam pencapaian Pembangunan Pengarusutamaan Gender, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Pusat dan Daerah.
Adapun indikator pelaksanaan Pengarusutamaan Gender dilihat dari aspek kelembagaan dan implementasi dari 7 (tujuh) prasyarat yaitu komitmen, kebijakan, kelembagaan, sumberdaya, sistem informasi dan data terpilah, alat analisis gender dan partisipasi masyarakat. APE yang dilaksanakan sekali dalam 2 tahun, terbagi atas 4 (empat ) kategori yaitu, Pratama, Madya, Utama, dan Mentor.
Selain prestasi, di 2023 ini juga ada beberapa inovasi dan program pembangunan yang dicapai, antara lain, pembangunan studion olahraga, pembangunan Mall Layanan Publik, pembangunan jalan, sarana kesehatan, pendidikan, pariwisata dan sarana infrastrutur lainnya. Juga diluncurkannya beberapa platform, antara lain, Ayo Promo, SID, TTE, Aprizob dan aplikasi lainnga.
Ayo Promo merupakan platform kolaborasi yang menghubungkan pelaku ekonomi dengan media promosi yang lebih besar melalui pemanfaatan aset digital milik Pemerintah Daerah. Kolaborasi dalam Ayo Promo mencakup pendataan pelaku usaha lintas sektor, berbagi pakai data dan fasilitasi etalase promosi bagi pelaku ekonomi di Kabupaten Wonosobo.
Adapun Peluncuran Sistem Informasi Desa Terpadu (SID) dan Tanda Tangan Elektronik (TTE), sebagai upaya menguatkan pamahaman bersama tentang pentingnya pengelolaan yang bersumber dari desa untuk akselerasi pembangunan wilayah.